TULISAN I : PENYAKIT SOMBONG DALAM ISLAM

    Sombong, sederhana tapi tidak sesederhana maknanya. Karena sombong seseorang akan dijauhi orang lain, karena sombong manusia yang melakukannya akan merasa dirinya lah yang terhebat. Sombong adalah penyakit hati yang begitu mudah datang saat nikmat dan kelebihan yang Allah berikan kepada kita begitu besar, sehingga kita lupa dan lalai bahwasanya semua keberhasilan dan nikmat dalam hidup kita adalah pemberian Allah. Berikut ini akan dijelaskan dampak dari adanya sikap sombong :
Menghancurkan Amal Shaleh

Seorang yang bekerja dengan lelah dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan sebuah amal shaleh, kemudian dia sombong, maka ketika itu pula menghancurkan amal shalehnya. Karena Rasulullah telah memperingatkan, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda. “Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berperilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri”. (HR.Thabrani).

Kenapa sikap bangga ini menghancurkan amal shaleh?
Karena Allah tidak menerima suatu amal shaleh, kecuali jika dilakukan hanya karena mencari ridha-Nya dan memohon kepada-Nya dalam mengerjakannya. Seseorang yang sombong lebih suka mengandalakan kekuatan dirinya dibanding memohon pertolongan kepada Allah.
Rasulullah saw bersabda, ” Sesungguhnya Allah Swt adalah maha indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain “. [HR Muslim]

“Janganlah kamu berjalan dengan sombong di muka bumi. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus ke dasar bumi dan tidak dapat menandingi ketinggian gunung”. [QS Al Israa’:37]

Hukum Sombong

Sombong haram hukumnya dan termasuk dosa besar. Ayat diatas telah dengan tegas menjelaskannya dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh “maksudnya janganlah kamu menjadi orang yang sombong, keras kepala, lagi berbuat semena-mena. Jangan kamu lakukan semua itu yang menyebabkan Allah murka kepadamu” (Tafsir Ibnu Katsir 3/417).

Add a Comment